Minggu, 26 Oktober 2014

SUARA RAKYAT KALIMANTAN UTARA

Dr. Marthin Billa, MM

Pemimpin Masa depan Kaltara
Penulis : Mikael Pai, S.Sos, MAP


Kepemimpinan dimulai dengan hati bukan dengan ego kekuasaan.
Pilkada, sebuah kata yang dekat sekali dengan bangsa ini pada hari-hari ini. Semua media massa memberikan infomasi terbaru tentang pilkada dari semua daerah untuk pelaksaan pemilihan kepala daerah. Kaltara, juga sedang mempersiapkan segala sesuatunya agar pelaksanaan pilkada bisa berlangsung dengan sukses.
saya sangat tertarik dengan pembahasan pilkada di Kaltara  ini. saya  hanya sekedar mengamati dan bingung dengan beberapa posting email yang mengajak  kami berfikir pemimpin seperti apakah yang terbaik untuk masyarakat Kaltara,  Pemimpin seperti apakah yang tepat untuk memimpin Kaltara, yang memiliki kemajemukan masyarakat yang berasal dari seluruh pelosok Indonesia. Pemimpin seperti apakah yang diharapkan oleh sebagian besar masyarakat, sehingga Kaltara provinsi bungsu ini benar-benar menjadi provinsi yang harmonis bagi masyarakatnya?
Jeffry Wofford mengatakan, banyak pemimpin yang duduk diposisi pemimpin tapi tidak tahu bagaimana harus memimpin.
Ada pemimpin tapi tidak ada kepemimpinan demikian kata Eka Darmaputra


Berada dipuncak pimpinan, mungkin terlihat suatu yang membanggakan dan sangat menggiurkan untuk menjadi orang nomor satu diKaltara. Tapi apakah sesuatu yang membanggakan seperti itu harus dikejar dengan semua usaha yang menggunakan otak dan ego kekuasaan untuk membangun proses dan menciptakan kesempatan untuk membawa diri kepuncak pimpinan? Kepemimpinan yang dimulai dengan kepala menurut saya hanyalah seorang pemimpin gadungan. Ketika kekuasaan dan kekuatan uang memasuki pikiran, kedua hal itulah yang diandalkan untuk membawa diri menjadi seorang pemimpin. Dan akhirnya memimpin karena posisinya bukan karena kemampuan dirinya untuk memimpin.

Kepemimpinan sangat erat dengan pengaruh. Pengaruh yang positif sehingga masyarakat  mengikuti dan mau dipimpin. Tapi seorang pemimpin gadungan akan mengandalkan uang dan membayar orang supaya mengikutinya. Pemimpin gadungan menggunakan kekuasaannya untuk menekan orang lain supaya mengikutinya. Semua orang yang berada dibawah pemimpin seperti ini akan tertekan dan hilang kreatifitasnya
Pemimpin harus memiliki integritas. Integritas adalah suatu prinsip yang didasarkan atas karakter, etika, agama, moral yang baik yang menyatakan siapa dia. Karena dia akan menyelaraskan itu melalui cara berpikir, berbicara, bersikap, bertindak dan mengambil keputusan (konsisten). Seseorang yang punya integritas memiliki kehidupan yang terintegrasi.
Seorang pemimpin perlu diperhatikan kehidupannya. Apakah dia mampu memimpin keluarganya, karena itu akan menunjukkan kemampuannya memimpin komunitas yang lebih besar. Kita sudah memiliki pemimpin sebelumnya untuk dievaluasi, bagaimana dia memimpin keluarga. Pertanyaan yang bisa kita pikirkan berhasilkah kepemimpinannya nanti di Kalimantan Utara yang sangat membutuhkan kepemimpinan yang tangguh?
Selain mampu memimpin keluarga, pemimpin juga harus mampu memimpin diri sendiri. Mampu memimpin diri sendiri dalam memberi pendapat dengan sopan dan menghargai nilai-nilai kemanusiaan. Kalau diri sendiri tidak bisa dikendalikan, bagaimanakah orang tersebut bisa memimpin satu daerah? Kaisar Nero membakar kota Roma adalah contoh yang diakibatkan pemimpin yang tidak mampu menguasai diri.
Pemimpin yang berintegritas sangat diperlukan karena dia merupakan pribadi yang bisa dipercaya. Sehingga Visinya untuk Provinsi yang ke 34 ini bukan sesuatu mimpi saja, tetapi menjadi visi semua masyarakat Kaltara dan bersama-sama kita akan meraih visi itu dibawah kepemimpinannya. Kualitas penting yang perlu diperhatikan pada setiap calon pemimpin adalah, pengaruh, karakter, keahliannya tentang manusia khususnya Putra Daerah, semangatnya untuk Kaltara, dan kecerdasan. Kecerdasan yang dimaksud adalah kecerdasan mental yang diperlukan untuk memproses banyak informasi, menyaringnya, mempertimbangkan semua pilihan, dan membuat keputusan yang benar.
Kalau seorang pemimpin hanya menggunakan otaknya untuk menjadi pemimpin di Kaltara, maka masih banyak yang perlu dibenahi dan di proses untuk membentuk pribadi yang mampu menjadi pemimpin di Kaltara.
Sebagai manusia, seharusnya kita tidak boleh cuek dengan situasi yang mempengaruhi kehidupan masyarakat. Kita harus mengambil sikap dan sekalipun seakan kita tidak memiliki pengaruh dalam pemilihan kepala daerah. Kita memiliki keluarga dan sanak saudara di Provinsi yang dicintai ini, yang mungkin tidak mengerti dengan semua pemilihan kepala daerah. Mereka hanya tahu bahwa akan memilih kepala daerah, dan mengharapkan sesuatu yang lebih baik akan terjadi. Keluarga kita yang di kampung, mungkin tidak bisa memahami dan mengkaji calon pemimpin yang ada yang bisa mereka pilih. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk kebaikan Provinsi tercinta ini. Kita perlu mengenali calon pemimpin dan memberi penilaian apakah dia mampu memimpin atau tidak. Kalau kemampuan calon pemimpin dalam memimpin Kaltara perlu dipertanyakan, sebagai masyaraka Kaltara kita perlu mengambil sikap supaya hal yang lebih buruk dari sebelumnya tidak terjadi lagi atas Daerah Kita.
Kita tidak tahu apa yang bisa dilakukan mencegah semua hal-hal yang akan semakin memperburuk keadaan di Kaltara selain munculnya seorang pemimpin yang memiliki kualitas kepemimpinan Seperti sesosok Dr Marthin Billa, MM, karna kemampuan dan intergritasnya sudah terbukti dalam kepemimpinannya membangun daerah baru yang dimekarkan Seperti Kabupaten Malinau, Kabupaten ini bisa berdiri rata dengan kabupaten lain diindonesia, sebagai bukti kepiawaian Dr Marthin Billa dalam kepemimpinan nya.ditambah lagi pengalamannya menjadi anggota Perwakilan Daerah yang berkantor disenayan, tentu banyak pengalaman yang membentuk sesosok Dr Marthin Billa Patut kita pertimbangkan menjadi Pemimpin kita di Provinsi yang kita cintai ini.
Kita masih memiliki waktu untuk mencegah semua yang buruk yang bisa dihasilkan karena pemimpin gadungan yang akan menuju puncak pimpinan. Seseorang yang memimpin karena posisinya, bukan karena kepribadian dan kemampuannya untuk memimpin.
Kami berpikir dipuncak itu tidak menyenangkan, karena sendirian.
Kepemimpinan yang dimulai dengan hati untuk kebaikan dan kemajuan Kaltara akan lebih berpengaruh. Karena segala sesuatu yang dilakukan dengan hati yang tulus akan menyentuh hati.GBU ALL