Dr. Marthin Billa, MM
Pemimpin
Masa depan Kaltara
Penulis : Mikael Pai, S.Sos, MAP
Kepemimpinan dimulai dengan
hati bukan dengan ego kekuasaan.
Pilkada, sebuah kata yang
dekat sekali dengan bangsa ini pada hari-hari ini. Semua media massa memberikan
infomasi terbaru tentang pilkada dari semua daerah untuk pelaksaan pemilihan
kepala daerah. Kaltara, juga sedang mempersiapkan segala sesuatunya
agar pelaksanaan pilkada bisa berlangsung dengan sukses.
saya sangat tertarik dengan
pembahasan pilkada di Kaltara ini. saya hanya sekedar mengamati dan bingung dengan
beberapa posting email yang mengajak
kami berfikir pemimpin seperti apakah yang terbaik untuk masyarakat
Kaltara, Pemimpin seperti apakah yang
tepat untuk memimpin Kaltara, yang memiliki kemajemukan masyarakat yang berasal
dari seluruh pelosok Indonesia. Pemimpin seperti apakah yang diharapkan oleh
sebagian besar masyarakat, sehingga Kaltara provinsi bungsu ini benar-benar menjadi provinsi yang
harmonis bagi masyarakatnya?
Jeffry Wofford mengatakan, banyak
pemimpin yang duduk diposisi pemimpin tapi tidak tahu bagaimana harus memimpin.
Ada
pemimpin tapi tidak ada kepemimpinan demikian kata Eka Darmaputra
Berada dipuncak pimpinan,
mungkin terlihat suatu yang membanggakan dan sangat menggiurkan untuk menjadi
orang nomor satu diKaltara. Tapi apakah sesuatu yang membanggakan seperti
itu harus dikejar dengan semua usaha yang menggunakan otak dan ego kekuasaan untuk
membangun proses dan menciptakan kesempatan untuk membawa diri kepuncak
pimpinan? Kepemimpinan yang dimulai dengan kepala menurut saya hanyalah seorang
pemimpin gadungan. Ketika kekuasaan dan kekuatan uang memasuki pikiran, kedua
hal itulah yang diandalkan untuk membawa diri menjadi seorang pemimpin. Dan
akhirnya memimpin karena posisinya bukan karena kemampuan dirinya untuk
memimpin.
Kepemimpinan sangat erat
dengan pengaruh. Pengaruh yang positif sehingga masyarakat mengikuti dan mau dipimpin. Tapi seorang
pemimpin gadungan akan mengandalkan uang dan membayar orang supaya
mengikutinya. Pemimpin gadungan menggunakan kekuasaannya untuk menekan orang
lain supaya mengikutinya. Semua orang yang berada dibawah pemimpin seperti ini
akan tertekan dan hilang kreatifitasnya
Pemimpin harus memiliki
integritas. Integritas adalah suatu prinsip yang didasarkan atas karakter,
etika, agama, moral yang baik yang menyatakan siapa dia. Karena dia akan
menyelaraskan itu melalui cara berpikir, berbicara, bersikap, bertindak dan
mengambil keputusan (konsisten). Seseorang yang punya integritas memiliki
kehidupan yang terintegrasi.
Seorang pemimpin perlu
diperhatikan kehidupannya. Apakah dia mampu memimpin keluarganya, karena itu
akan menunjukkan kemampuannya memimpin komunitas yang lebih besar. Kita sudah
memiliki pemimpin sebelumnya untuk dievaluasi, bagaimana dia memimpin keluarga.
Pertanyaan yang bisa kita pikirkan berhasilkah kepemimpinannya nanti di Kalimantan Utara yang sangat membutuhkan kepemimpinan yang tangguh?
Selain mampu memimpin
keluarga, pemimpin juga harus mampu memimpin diri sendiri. Mampu memimpin diri
sendiri dalam memberi pendapat dengan sopan dan menghargai nilai-nilai
kemanusiaan. Kalau diri sendiri tidak bisa dikendalikan, bagaimanakah orang
tersebut bisa memimpin satu daerah? Kaisar Nero membakar kota Roma adalah
contoh yang diakibatkan pemimpin yang tidak mampu menguasai diri.
Pemimpin yang berintegritas
sangat diperlukan karena dia merupakan pribadi yang bisa dipercaya. Sehingga
Visinya untuk Provinsi yang ke 34 ini bukan sesuatu mimpi saja, tetapi menjadi visi
semua masyarakat Kaltara dan bersama-sama kita akan meraih visi itu dibawah
kepemimpinannya. Kualitas penting yang perlu diperhatikan pada setiap calon
pemimpin adalah, pengaruh, karakter, keahliannya tentang manusia khususnya
Putra Daerah, semangatnya untuk Kaltara, dan kecerdasan. Kecerdasan yang dimaksud
adalah kecerdasan mental yang diperlukan untuk memproses banyak informasi,
menyaringnya, mempertimbangkan semua pilihan, dan membuat keputusan yang benar.
Kalau seorang pemimpin
hanya menggunakan otaknya untuk menjadi pemimpin di Kaltara, maka masih banyak
yang perlu dibenahi dan di proses untuk membentuk pribadi yang mampu menjadi
pemimpin di Kaltara.
Sebagai manusia, seharusnya
kita tidak boleh cuek dengan situasi yang mempengaruhi kehidupan masyarakat.
Kita harus mengambil sikap dan sekalipun seakan kita tidak memiliki pengaruh
dalam pemilihan kepala daerah. Kita memiliki keluarga dan sanak saudara di Provinsi yang dicintai ini, yang mungkin tidak mengerti dengan semua pemilihan
kepala daerah. Mereka hanya tahu bahwa akan memilih kepala daerah, dan
mengharapkan sesuatu yang lebih baik akan terjadi. Keluarga kita yang di
kampung, mungkin tidak bisa memahami dan mengkaji calon pemimpin yang ada yang
bisa mereka pilih. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk kebaikan Provinsi tercinta ini.
Kita perlu mengenali calon pemimpin dan memberi penilaian apakah dia mampu
memimpin atau tidak. Kalau kemampuan calon pemimpin dalam memimpin Kaltara perlu
dipertanyakan, sebagai masyaraka Kaltara kita perlu mengambil sikap supaya hal
yang lebih buruk dari sebelumnya tidak terjadi lagi atas Daerah Kita.
Kita tidak tahu apa yang
bisa dilakukan mencegah semua hal-hal yang akan semakin memperburuk keadaan di
Kaltara selain munculnya seorang pemimpin yang memiliki kualitas kepemimpinan
Seperti sesosok Dr Marthin Billa, MM, karna kemampuan dan intergritasnya sudah
terbukti dalam kepemimpinannya membangun daerah baru yang dimekarkan Seperti Kabupaten Malinau, Kabupaten ini bisa berdiri rata dengan kabupaten lain diindonesia, sebagai bukti kepiawaian Dr Marthin Billa dalam kepemimpinan nya.ditambah lagi pengalamannya menjadi anggota Perwakilan Daerah yang berkantor disenayan, tentu banyak pengalaman yang membentuk sesosok Dr Marthin Billa Patut kita pertimbangkan menjadi Pemimpin kita di Provinsi yang kita cintai ini.
Kita masih memiliki waktu untuk mencegah semua
yang buruk yang bisa dihasilkan karena pemimpin gadungan yang akan menuju
puncak pimpinan. Seseorang yang memimpin karena posisinya, bukan karena
kepribadian dan kemampuannya untuk memimpin.
Kami berpikir dipuncak itu
tidak menyenangkan, karena sendirian.
Kepemimpinan yang dimulai
dengan hati untuk kebaikan dan kemajuan Kaltara akan lebih berpengaruh. Karena
segala sesuatu yang dilakukan dengan hati yang tulus akan menyentuh hati.GBU ALL

Tidak ada komentar:
Posting Komentar